Home Madura Proyek TPT Desa Larangan Luar di Duga Tidak Sesuai RAB dan RKS,Dua...

Proyek TPT Desa Larangan Luar di Duga Tidak Sesuai RAB dan RKS,Dua Lembaga Swadaya Masyarakat Pamekasan Angkat Bicara

JejakKasustv.com| Pamekasan – Proyek Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di Dusun Korebben Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan,Madura JawaTimur,diduga proyek siluman dan pengerjaannya pun diduga asal asalan alias asal jadi, pasalnya pembangunan TPT tersebut tidak dilengkapi dengan papan informasi proyek, padahal pelaksanaan pengerjaannya sudah hampir mencapai 50% berjalan.

Tentu hal demikian memicu dugaan kecurigaan bahwa pengerjaan pembangunan TPT tersebut merupakan pekerjaan sesuka hati atau proyek “Siluman”dan terindakasi terjadi tindak pidana Korupsi, tidak adanya papan informasi terkait pembangunan otomatis masyarakat tidak mengetahui berapa jumlah anggaran dan sumber dananya dari APBN atau APBD juga tidak jelas, yang seharusnya informasi dan transparansi terkait proyek pengerjaan pembangunan Tembok Penahan Tanah tersebut menjadi hak masyarakat publik untuk mengetahuinya.

Anggota LSM Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) Pamekasan, Chandra Menyatakan kepada JK TV,” Saya selaku control sosial sangat menyayangkan dengan pekerjaan proyek TPT di Dusun Korebben, Desa Larangan.ini suatu bukti bahwa pelaksana pekerjaan ini sudah jelas hanya untuk mengambil keuntungan sebagai ajang memperkaya diri,untuk itu kita tidak perlu berasumsi panjang lebar, biarkan hukum yang berbicara,” Tegas Chandra.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komando Rakyat Anti Korupsi (Korak), Amiruddin, mengatakan, dari hasil temuan anggotanya, proyek TPT tersebut dinilai melanggar regulasi lantaran tidak menyertakan Papan Informasi Pengerjaan. Selain itu, kualitas proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan RAB dan RKS

Ia merinci, dari bahan campuran adonan proyek, tata cara penyusunan batu justru ditata satu baris dengan adonan yang sedikit ( tatanan batu kosong ) sehingga nampak celah saat di amati dari depan sebelum di plester. Bahan yang digunakan juga dari abu bata yang dinilai tak akan memperkokoh TPT.

“Ada dugaan ini dikerjakan hanya untuk meraup untung yang lebih besar karena ada abu batu dalam campuran adonannya dan itupun lumayan banyak,Terkait adanya penyimpangan dan tidak di pasangnya Papan Informasi pengerjaan proyek Pembangunan Tembok Penahan Tanah tersebut, hal ini sudah tentu bertentangan dengan aturan UU Nomor 14 Tahun 2008, tentang informasi keterbukaan publik,”tegas Amir (sapaan akrabranya)kepada JK TV.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa setempat enggan memberikan keterangan. Bahkan saat Jejak Kasus TV.COM mendatangi balai desa, para perangkat desa setempat justru tidak mengindahkan dan tidak mau menemui.(mochtar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Kuwu Desa Kertasura H. Jadiya Hadiri Panen Raya Padi di Blok 2 Warga Jilawe

CIREBON| Untuk mendukung ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19, Kepala Desa (Kuwu) Kertasura, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, H. Jadiya bersama perangkat...

Sidang Lanjutan Gugatan Kepada PT. Griya Mapan Sentosa Memanas

Surabaya | Jejakkasustv.com - Sidang Perkara Gugatan tanah seluas (Dua puluh tiga ribu sembilan ratus meter persegi), yang terletak di sisi pantai tambak wedi...

Sidang Lanjutan Gugatan kepada PT. Griya Mapan Sentosa Terus Memanas

SURABAYA| www.jejakkasustv.com Sidang Perkara Gugatan tanah seluas (Dua puluh tiga ribu sembilan ratus meter persegi), yang terletak di sisi pantai tambak wedi terus memanas...

Ratusan Masa Melakukan Aksi Unjuk Rasa “Menolak Politisasi Demokrasi/ASN”

INDRAMAYU| www.jejakkasustv.com Ratusan massa yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat se-Kabupaten Indramayu, Senin (19/10/2020) sekira pukul 09.00 WIB, mendatangi kantor Dewan DPRD Kabupaten Indramayu,...

Recent Comments