Peningkatan Infrastruktur Dalam Kota Diduga Sarat KKN

  • Whatsapp

BENGKULU | jejakkasus.tv.com – Proyek peningkatan Infrastruktur jalan dalam Kota Bengkulu yang direalisasikan Pengerjaanya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPUPR Kota Bengkulu yang di anggarkan dari dana pinjaman Bank Jabar Banten BJB senilai ratusan milyar tahun anggaran 2020 lalu diduga dalam pelaksanaanya sarat Korupsi,Kolusi dan Nepotisme. Hal itu terbukti dari pantauan jejakkasus.tv.com dilapangan Selasa 9 Maret 2021 di beberapa titik ruas jalan Kecamatan Kampung Melayu,Kecamatan Selebar dan Kecamatan Muara Bangkahulu serta tak luput dari pantauan kami dilapangan pengerjaan pembangunan dan peningkatan jalan tersebut berada di Kecamatan Pondok Kubang yang merupakan bukan ruas jalan milik Pemerintahan Kota Bengkulu. Bukan itu saja dari hasil pantauan jejakkasus.tv.com pengerjaan proyek pada ruas jalan di Kecamatan Kampung Melayu menjadi catatan hitam setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bengkulu Komisi Dua melakukan Sidak kelapangan beberapa pekan lalu yang sempat Viral ke publik jika pengerjaan Proyek jalan Hotmik tersebut terindikasi tidak sesuai bestek. Bagaimana tidak aspal Hotmik yang baru selesai dikerjakan tersebut terkesan asal jadi bahkan membuat Dewan Komisi Dua marah dengan pengerjaan yang diduga asal-asalan dan diduga menjadi ajang mencari keuntungan pribadi yang tidak berpihak kepada rakyat bahkan pihak Kejati Bengkulu sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan penyimpangan proyek yang bersumber dari BJB tersebut. Pengerjaan proyek jalan hotmik yang tersebar di beberapa titik ruas jalan milik Kota tersebut selesai dikerjakan pada Februari 2021 yang saat ini sudah di serah terima kan pekerjaannya dari pihak ketiga selaku pemenang lelang sekaligus pelaksana pembangunan dan peningkatan proyek jalan tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bengkulu. Sementara Heri Prayudi / Pria Sakti Bengkulu Melaporkan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *