Jejakkasustv.com | Kandangan – Kediri – Tambang Pasir di Sungai Konto Gunakan alat berat Mesin Ponton di Dusun Wangkal Kerep Desa Karang Tengah Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur Beraktifitas sangat meresahkan warga, pasalnya rawan bencana banjir, di ketahui Milik Sunarto/ Deny.

Berdasarkan laporan informasi warga, Tim9 Media dan Generasi Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi (GMICAK) turun lapangan.

Dari pantauan Tim9 Media dan LSM, Nampak sebuah tambang pasir gunakan alat berat, beberapa pekerja sedang menjalankan aktifitas menggunakan alat berat yang berupa Mesin Ponton dan Truk Truk sedang memuat pasir. senin 07 oktober 2019, pukul 15.00 Wib.

Pada saat di konfirmasi, Pekerja mengatakan milik bapak Deny, namun orangmya tidak di sini.

Secara terpisah, Warga yang enggan di sebut namanya, mengatakan ini Milik bapak Sunarto/ Deni, Jelasnya di lokasi saat pengambilan Video dan Foto.

Dari hasil konfirmasi di lapangan, PR masyarakat setempat, sekitar Kandangan disaat di konfirmasi mengatakan, “Tambang Pasir atau sedot pasir dengan menggunakan alat berat Mesin ponton di sungai tersebut sudah berjalan cukup lama, sangat meresahkan dan membahayakan warga sekitar Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), selain itu sedot pasir tidak bisa di ukur kedalamannya, Padahal bulan agustus lalu sempat tutup karena teguran Polisi tapi sekarang buka lagi dan makin besar Tambang pasirnya “Tutur nya.

Menurut KT warga yang enggan di sebut namanya saat di konfirmasi mengatakan: Pemilik lahan
Namanya muk, anam alamat payak sanggrok ikut jombang, sementara Pemilik alat berat sedotan pasir namanya, Sunarto dan Keamanan Deni. Senin 07 oktober 2019.

Sementara itu Supriyanto als Pria Sakti Ketua Umum
Generasi Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi (GMICAK) Menyayangkan adanya tambang dugaan liar di sungai, Meski beberapa minggu lalu pernah di laporkan media ke Aparat hukum terkait Polsek Kandangan, Polres Kediri – Diketahui Sempat berhenti sejenak, namun faktanya Tambang pasir di sungai berjalan kembali.

Padahal jelas tambang pasir yang tidak mengantongi ijin IUP OP Khusus tersebut Melanggar pasal 158 Undang-undang No 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Pria Sakti JK TV Kandangan – Kediri Melaporkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here