Warung Kopi Deplok & Nasi Gegog Pak Suwito Menjual Aneka Makanan & Minuman Yang Terkenal Dan Khas

  • Whatsapp

TRENGGALEK I jejakksustv.com – Kabupaten Trenggalek tidak hanya terkenal dengan pantainya yang indah, tetapi juga banyak kuliner khas yang patut untuk dicoba. Salah satunya Warung Kopi Deplok dan Sego Gegok atau nasi yang dibungkus daun pisang. Warung Kopi Deplok dan Nasi gegog menjadi minuman yang terkenal dan makanan khas Kabupaten Trenggalek. Menu makanan yang satu ini bisa kita jumpai di daerah kaki Gunung Wilis sebelah selatan. Tepatnya di Jl. Raya Ngares Bendungan Trenggalek. Tidak sulit untuk menuju kawasan Bendungan. Jika sudah berada di Alun-alun Kota Trenggalek, tinggal menuju ke arah utara di Desa Ngares. Perjalanan dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 30 menit. Jalan untuk menuju warung kopi Deplok dan nasi gegog lumayan berkelok, naik dan menuruni perbukit. Tetapi pemandangannya cukup indah. Banyak pepohonan pinus tumbuh ijo di kanan kiri jalan. Tiba di Kecamatan Bendungan, akan menjumpai beberapa warung dan angkringan yang menjual sego gegog dan yang paling terkenal adalah milik Bapak Suwito. Konsep warung disini rata-rata lesehan dan sederhana. Seperti warung pak Suwito. Melihat komposisinya, makanan yang satu ini sangat sederhana. Bahan utamanya dari beras, cincangan bawang merah, bawang putih dan satu lagi ikan teri serta sambal. Menu favorit di Warung pak Suwito antara lain, Nasi Gegok Tuna, Nasi Gegok Teri, Nasi Gegok Ampelo, Tahu Goreng Bulat dan minuman favorit, Kopi Deplok Merejahe. Aneka bahan tersebut dibungkus menggunakan daun pisang kemudian dikukus dalam wadah. Tungku yang digunakan untuk menanaknya dari alat tradisional dan menggunakan bara api dari pembakaran kayu. Tampilan nasi gegog memang terkesan sangat tradisional. Tetapi, meskipun di tengah perkembangan menu makanan modern yang menjamur, menu yang satu ini tetap eksis dan menjadi produk makanan khas daerah. Pak Suwito telah menekuni usaha pembuatan nasi gegog satu tahun terakhir. Pada hari biasa, omzet pendapatannya tak kurang dari Rp 1 juta sehari. Namun, pada hari libur akhir pekan bisa menembus Rp 3 juta per hari. Di warung pak Suwito, menu nasi gegog dipadukan dengan minuman mere jahe dan kopi deplok. Minuman ini sebagai ‘penangkal’ rasa pedas dari sambal teri yang menjadi ciri khas. Selain terkenal dengan rasanya yang lumayan pedas, harga satu bungkus sega gegog ini cukup murah. Anda cukup mengeluarkan Rp. 2.500 atau Rp 3.000 per bungkus. Porsinya mirip satu kepel nasi kucing di angkringan. Tetapi ukuran porsi satu bungkus ini berbeda ‘sega kucing’. Tetapi bagi pelanggan yang kurang kenyang bisa menambah satu bungkus lagi. Tetapi apabila telah habis dua sampai tiga bungkus, perut terasa sangat kenyang sekali. Makan sega gegog paling pas ditemani satu cangkir kopi deplok serta gorengan tahu dan tempe. Menu pendamping ini digoreng dengan bumbu khas ketumbar dan tepung pati. Legenda Nasi Gegog dari Bekal Petani ke Ladang Sego gegog yang melegenda di Trenggalek ternyata berasal dari makanan bekal yang dibawa oleh peladang dan petani ketika pergi berkebun atau ke sawah. Sego berarti nasi dan gegog artinya bekal atau bahasa Jawa-nya bontot. Dulu, makanan bekal atau bontot para peladang atau petani dibungkus dengan menggunakan daun pisang atau daun jati. Sehingga rasa makanannya khas bau daun dan tentunya enak sekali. Begitupun sega gegog ini. Makanan dengan komposisi nasi dan sambel teri bertahan dari dulu hingga sekarang ini. Para penjualnya mempertahankan ciri khas menu makanan ini dengan bungkus dari daun pisang. Kebiasaan membungkus nasi dengan daun pisang ini kerap dilakukan warga desa. Bila nasi dimasak secara langsung bersama dengan bungkusnya maka makanan tidak gampang basi dan bontot bisa bertahan cukup lama. Adapun warung kopi deplok dan nasi gegok mbah Suwito buka setiap hari, mulai pukul jam 08.00 s/d 22.30 WIB. Dan bisa menghubungi Nomor Tilfun HP. 0822 5768 3115 – 0853 4692 2413. Nurma, JK TV Melaporkan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *