Warga Samin Jepang Bojonegoro Adakan Ritual Gumbregan di Hari Jum’at Pahing Dibulan Suro

BOJONEGORO l Jejakkasustv.com – Dalam rangka festival samin ke 9 diawali dengan upacara adat gumbregan di kampung Samin.

Gumbregan adalah merupakan salah satu ritual yang dilakukan setiap tahun oleh warga masyarakat Samin Dusun Jepang Desa Margomulyo Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.
Jum’at 4/7/2024 pagi.

Upacara adat Gumbregan salah satu bentuk upacara adat atau syukuran yang dilakukan masyarakat pemilik hewan ternak seperti kambing, kerbau dan sapi. Upacara Gumbregan ini dimaksudkan untuk wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesejahteraan yang diberikan olehnya dalam wujud Rojokoyo atau hewan-hewan ternak yang banyak untuk membantu dan memenuhi kebutuhan hidup manusia kususnya para petani.

Acara Gumbregan dilaksanakan di perempatan Dusun Jepang Desa setempat. Turut hadir dalam acara Bambang Sutrisno Generasi ke lima Samin Surosentiko, Sukijan Kepala Dusun Jepang, Salam Tokoh masyarakat, ketua RT. 01 /RW.05, Adi Sutarto pemerhati Samin, Stap Ahli kejaksaan Bojonegoro, Mahasiswa Unigoro, dan juga semua warga Dusun Jepang.

Gumbregan kali ini juga ada yang spesial karena kedatangan Drs. Bambang Eka Prasetya atau yang biasa dipanggil Eyang BEP. Seorang Budayawan dan sastrawan berkebangsaan Indonesia. Dan juga kedatangan Satria Yuda Stap Ahli kejaksaan negeri Bojonegoro yang ikut mendokumentasi kegiatan upacara adat gumbregan tersebut.

Bambang Sutrisno Selaku penerus ajaran Samin Surosentiko Ke 5 kepada jejakkasustv.com ini menyampaikan,
Bahwa Kegiatan upacara adat Gumbregan adalah wujud Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rizki dari Ternak atau Rojokoyo yang di pelihara para masyarakat Samin, seperti Sapi, dan kambing. Hal tersebut dilakukan rutin setiap Jum’at Pahing di bulan Suro, (Bulan Jawa, Red*) yang sudah dilakukan leluhur Samin turun temurun dari nenek moyang.

“Kegiatan upacara Gumbregan adalah rasa wujud Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rizki dari Ternak atau Rojokoyo yang di pelihara para masyarakat Samin, seperti Sapi, dan kambing. Hal tersebut dilakukan rutin setiap Jum’at Pahing di bulan Suro dalam bulan Jawa, yang sudah dilakukan dari leluhur Samin turun temurun dari nenek moyang kita,” Tuturnya.

Lanjut Bambang,
“Makanya kita menguri – uri budaya salah satu kearifan lokal yang diwariskan leluhur terdahulu,” Pungkasnya.

Reporter: Herry.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *