Home Lumajang Tante Tiara" Menangis Minta Tersangka Yang Merampok Dirinya Supaya Tidak Di Hukum.

Tante Tiara” Menangis Minta Tersangka Yang Merampok Dirinya Supaya Tidak Di Hukum.

Jejakkasustv.com | LUMAJANG (18/10/2019). Ada hal yang cukup unik saat Kapolres Lumajang memimpin reka ulang krjadian perampokan di Desa Kenongo Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang (17/10). Bpk Tiananto alias tante Tiara (pria, 24 th) warga Dusun Margomulyo Desa Kenongo Kecamatan Gucialit selaku korban langsung menangis histeris saat Tim Cobra Polres Lumajang membawa pelaku untuk dilaksanakan reka ulang kejadian.

Korban menangis lantaran dirinya baru menyadari bahwa para pelaku adalah anak buahnya sendiri. Mereka adalah Johan Andri (pria, 26 th), Edi Raharjo (pria, 27 th) , Ridi (pria, 35 th), serta Izroil Nur Rohman (pria, 29 th) yang semuanya warga Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang.

Diketahui keempat pelaku memang bekerja terhadap korban yang memiliki bisnis rias pengantin sekaligus kuade pernikahan.

Di akhir reka ulang kejadian, korban yang dipertemukan dengan para pelaku pun mengatakan ikhlas dengan kejadian tersebut, Korban juga menangis di hadapan Kapolres Lumajang dan meminta para pelaku dilepaskan oleh Tim Cobra Polres Lumajang.

Bahkan beberapa kali korban menarik tangan Kapolres Lumajang agar melepaskan anak buahnya tersebut. Ia menganggap para pelaku sudah seperti saudara kandungnya sendiri karena selama 10 tahun belakangan ikut jatuh bangun membesarkan jasa riasnya tersebut.

“Jangan bawa mereka pak, saya minta tolong jangan tangkap anak buah saya. Mereka sudah seperti saudara saya sendiri, saya ikhlas pak kalau memang uang saya diambil oleh mereka” ujar korban sambil menahan tangis dan memeluk salah satu pelaku perampokan.

Dalam pernyataannya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM yang juga merupakan putra daerah asli Kota Makassar mengatakan bahwa kasus ini adalah murni kasus criminal, sehingga korban tak bisa mencabut kasus maupun membebaskan pelaku begitu saja.

“Kasus ini bukanlah delik aduan, sehingga korban tak bisa meminta kepada kami untuk melepaskan pelaku begitu saja. Kasus ini akan terus kami selesaikan dan selanjutnya kami serahkan ke pihak pengadilan. Silahkan untuk korban bisa meminta keringanan hukuman kepada hakim di sidang kasus kelak” terang pria yang menyelesaikan gelar S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung tahun 2010 tersebut.

Perlu diketahui bahwa uang hasil perampokan dibelikan 2 buah motor, 3 kambing serta 2 stell pakaian oleh para pelakunya.

Sumber : AKBP M. Arsal Sahban

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Sidang Lanjutan Gugatan Kepada PT. Griya Mapan Sentosa Memanas

Surabaya | Jejakkasustv.com - Sidang Perkara Gugatan tanah seluas (Dua puluh tiga ribu sembilan ratus meter persegi), yang terletak di sisi pantai tambak wedi...

Sidang Lanjutan Gugatan kepada PT. Griya Mapan Sentosa Terus Memanas

SURABAYA| www.jejakkasustv.com Sidang Perkara Gugatan tanah seluas (Dua puluh tiga ribu sembilan ratus meter persegi), yang terletak di sisi pantai tambak wedi terus memanas...

Muskerkab Dan Pelantikan Cabor PODSI Kabupaten Mojokerto Resmi Di Kukuhkan.

Jejakkasustv.com | Kabupaten Mojokerto - Jawa Timur – Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (PODSI) Kabupaten Mojokerto priode 2020-2024 telah resmi di lantik oleh...

HBD atau Happy Birthday Pimpinan Redaksi Media Cetak dan Online Jejakkasustv.com yang Ke 47 tahun.

Jejakkasustv.com | Mojokerto – Jawa Timur – Minggu 18 Oktober 2020 merupakan hari Ulang tahun Bapak Supriyanto als ilyas Pimpinan Redaksi Media Cetak dan...

Recent Comments