Penyusun | Supriyanto als ilyas Ketua Umum Lembaga Suwdaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi (GMICAK)
Rusak atau tidaknya Anak itu Karena Didikan Orang Tua dan Lingkungan
Orang tua dapat menjadi contoh bagi anak dengan menunjukkan perilaku baik seperti disiplin, jujur, sopan, dan bekerja keras.
Selain itu, orang tua juga perlu menunjukkan gaya hidup sehat, membangun komunikasi positif, dan mengajarkan tanggung jawab serta penyelesaian
konflik yang sehat.
Contoh perilaku positif orang tua:
Disiplin: Menerapkan aturan secara konsisten dan mencontohkan kerapian.
Jujur: Menghindari kebohongan dan membangun hubungan sosial yang jujur.
Sopan Santun: Menunjukkan cara berinteraksi yang sopan kepada orang lain, mulai dari ucapan hingga perbuatan.
Bekerja Keras: Menunjukkan etos kerja yang baik agar anak dapat tumbuh mandiri.
Gaya Hidup Sehat: Menerapkan pola hidup sehat seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat..
Bertanggung Jawab: Mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas pekerjaan atau tindakan mereka.
Sabar dan Tenang: Menunjukkan sikap sabar dan tenang dalam menghadapi situasi.
Peduli pada Orang Lain: Menunjukkan perhatian kepada orang lain melalui tindakan seperti mengucapkan terima kasih atau memberi tempat duduk pada yang membutuhkan.
Menghargai dan Mendukung: Selalu memberikan pujian dan menghargai usaha sekecil apa pun.
Membantu: Menunjukkan sikap suka membantu, seperti membantu orang tua dalam pekerjaan rumah atau orang lain dalam kegiatan sehari-hari.
Menyelesaikan Konflik: Mengajarkan cara menyelesaikan konflik secara sehat dengan komunikasi yang efektif, pengendalian emosi, dan meminta maaf jika diperlukan.
jangan salahkan anak jika orang tua tidak dapat menjaga aurat wanita” secara umum berarti bahwa tanggung jawab utama dalam mendidik anak, termasuk dalam hal menjaga aurat (batasan privasi dan pakaian sesuai ajaran agama, khususnya dalam Islam), berada di tangan orang tua, bukan anak itu sendiri
Beberapa poin yang menjelaskan pemahaman ini:
Tanggung Jawab Orang Tua: Orang tua, sebagai pendidik utama, memiliki kewajiban untuk mengajarkan nilai-nilai agama, etika, dan norma sosial kepada anak-anak mereka sejak dini, termasuk pentingnya menjaga aurat. Kegagalan dalam pendidikan ini mencerminkan kelalaian orang tua dalam menjalankan perannya.
Anak Masih dalam Proses Belajar: Anak-anak, terutama pada usia dini, belum memiliki pemahaman penuh tentang konsep aurat, konsekuensi, atau tuntutan agama secara mendalam. Mereka belajar dari contoh dan bimbingan orang tua serta lingkungan terdekatnya.
Faktor Lingkungan dan Pendidikan: Cara seorang anak berpakaian atau berperilaku sering kali merupakan cerminan dari didikan, lingkungan keluarga, dan contoh yang mereka lihat sehari-hari. Jika orang tua tidak menekankan pentingnya menjaga aurat atau bahkan memberikan contoh yang berlawanan, anak akan cenderung mengikuti pola tersebut.
Hukuman: Daripada menyalahkan anak atas kekurangan dalam pemahaman atau perilaku yang belum sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya, fokus harus dialihkan pada pendidikan yang lebih baik dan pembinaan oleh orang tua atau wali.
Supriyanto als ilyas Ketua Umum Lembaga Suwdaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi (GMICAK) Didiklah anak anak dengan cara beriman secara IsIam yang benar.
Jangan sesekali mengumbar aurat kepada orang lain, jadilah tauladan buat anak anak baik wanita maupun laki laki
Dalam banyak budaya dan ajaran agama, menjaga etika berpakaian (menutup aurat) dianggap penting, dan orang tua sering kali menjadi panutan utama bagi anak-anak mereka.
Orang tua berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika dalam keluarga.
Peran Sebagai Teladan: Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka. Apa yang dilihat anak sehari-hari akan dianggap sebagai hal yang normal dan dapat ditiru.
Mengumbar aurat, terutama di hadapan yang bukan mahram, merupakan dosa besar karena hal itu melanggar perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an (misalnya QS. An-Nur ayat 31 dan QS. Al-Ahzab ayat 59) dan dapat menimbulkan fitnah serta kerusakan moral di masyarakat.
(Tim)






