Home Lampung Proyek Penanaman Kabel Telekomunikasi Di Tulang Bawang Barat Diduga Melanggar Undang-Undang No....

Proyek Penanaman Kabel Telekomunikasi Di Tulang Bawang Barat Diduga Melanggar Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik

Jejakkasustv.com | Tulang Bawang Barat – Lampung – Menyikapi Keluhan warga Tiyuh Mulyo jadi, Tiyuh Setia Bumi dan Tiyuh Setia Agung, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Dengan adanya Proyek Penanaman Kabel Telekomunikasi yang berserampangan, tanpa penutup, papan nama, dan rambu pengingat warga.
Pihak perusahaan berargumen bahwa proses pekerjaan sudah sesuai aturan dan sudah memiliki surat izin

Yasir Wakil deriktur perusahaan yang di dampingi Yanto selaku projects Meneger mengatakan Dalam kerangka peraturan pihaknya. Proses pengurusan perizinan memiliki tahapan-tahapan yang harus dilakukan, di sesuaikan dengan jalan akan akan dilintasi.

“Kalau memang lintas yang kami lewati adalah jalan kabupaten, itu kami urus di dinas P U kabupaten, karena domennya yang punya jalan adalah P U. Bila projects melintas di jalan provinsi maka mengurus izinnya di provinsi.” Katanya Yasir. Rabu, 4 September 2019.

Selanjutnya,Yasir mengatakan
proses pengerjaan projects fiber optik tidak perlu memiliki izin dari kecamatan maupun kelurahan.
“Jadi tidak ada turunan kami harus mengurus izin di kecamatan, kelurahan.” Tegasnya.

Yasir juga mengakui bahwa pihaknya belum memiliki surat izin tertulis saat awal-awal nya pekerjaan di mulai .
” Ya sebetulnya harus dikeluarkan surat izin terlebih dahulu. Kita sudah mengajukan surat dari awal sebelum pelaksanaan sekitar 3 bulan lalu, Cuman karena ada proses di PU dan secara lisan sudah di keluarkan rekomendasi bahwa sudah bisa dilaksanakan.” Ucapnya Yasir.

Saat di singung terkait Safety para pekerja dan penguna jalan.Yasir mengatakan segala sesuatu perlengkapan tersebut sudah disediakan dan sudah sempat terpasang.

” Kadang-kadang para pekerja merasa kurang nyaman memakai atribut atau panas bila memakai rompi dan sudah pernah terpasang rambu-rambun himbauan adanya proyek galian, namun pada hilang.”Jelasnya.

Menurut Supriyanto Als Pria Ketua Umum Generasi Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi (GMICAK), Segala bentuk pengadaan Proyek wajib memasang papan Bor atau Papan Nama, Namun jika Pelaksanaan Proyek tidak tertera Papan Bor patut diduga melanggar Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik adalah salah satu produk hukum Indonesia yang dikeluarkan dalam tahun 2008 dan diundangkan pada tanggal 30 April 2008 dan mulai berlaku dua tahun setelah diundangkan. Undang-undang yang terdiri dari 64 pasal ini pada intinya memberikan kewajiban kepada setiap Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk mendapatkan informasi publik.
(Saputra Pria Sakti Lampung Melaporkan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Ipong – Bambang Terus Jalin Silaturrahmi Tidak Menyebar Berita Hoax dan Kebencian

PONOROGO|  Cabup -Cawabup Ponorogo, Ipong Muchlissoni - Bambang Tri Wahono kali ini melakukan silaturahmi bersama Pengurus Daerah ‘Aisyiyah di Kantor Pengurus Daerah Aisyiyah, Kamis...

HBD atau Happy Birthday Pimpinan Redaksi Media Cetak dan Online Jejakkasustv.com yang Ke 47 tahun.

Jejakkasustv.com | Mojokerto – Jawa Timur – Minggu 18 Oktober 2020 merupakan hari Ulang tahun Bapak Supriyanto als ilyas Pimpinan Redaksi Media Cetak dan...

Padat Karya Sembako Program Marasa Desa Rambusaratu Telah di Salurkan

MAMASA| Program Marasa merupakan program lokal provinsi Sulawesi barat yang mendukung upaya pembangunan dan peningkatan status desa. Program marasa menjadikan indeks desa membangun (...

Istri Cabup Paslon 02 Novita Hardini, menyambangi warga di Beberapa Wilayah Trenggalek

TRENGGALEK| Hari Selasa 13 Oktober 2020, ibu Novita Istri Calon Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Novita Hardini menyambangi warga di beberapa lokasi di Kabupaten...

Recent Comments