Pembangunan face off Jl.HOS Cokroaminoto Manuai Protes Sejumlah Lembaga, Pengusaha & Warga Sekitar

  • Whatsapp

PONOROGO I jejakkasus.com – Pembangunan face off Jl. Haji Oemar Said / Jl.HOS Cokroaminoto menjadi jalan icon layaknya jalan Malioboro di Jogjakarta terlihat tidak main-main. Namun, sampai saat ini masih manuai protes sejumplah lembaga, pengusaha dan warga sekitar. Sebab menurut beberapa lemabga, pengusaha dan warga sekitar, dari awal pembangunan face off Jl.HOS Cokroaminoto minim sosialisasi kepada masyarakat. Menurut Ahmad Sulchan, SH pengusahan galangan kayu warga Jl. Seram mengatakan bahwa dirinya setuju dengan adanya pembangunan face off Jl.HOS Cokroaminoto, namun dirinya juga berharap pebangunan tersebut tidak mengganggu perekonomian warga sekitar. ia mengeluhkan bahwa jalan untuk akses transportasi usahanya semakin sempit. Menurut Ahmad Sulchan kepada JK-TV menjelaskan bahwa dulunya akses jalan masuk ke rumah dan usahanya selebar 6 Meter, dan sekarang di persempit menjadi sempit menjadi 4 meter. sehingga akses menuju tempat usahanya dank e rumahnya menjadi sulit. Ahmad Sulchan juga berharap pemerintah daerah dalam hal menyikapi ini bisa bijak, dan keinginan masyarakat sekitar bisa di respon dan di pertimbangkan dengan baik. “ Supaya perekonomian masyarakat sekitar tidak terganggu dan bisa berjalan dengan sesuai harapan, “Terangnya saat di konfirmasi di depan usahanya, Jum’at (21/5/2021). Sementara itu, Ketua LSM Warung Konsultasi Rakyat (WKR) Ponorogo, Agung Budi Prayitno dalam hal ini juga mengatakan bahwa maksud dari pembangunan face off tersebut mungkin untuk memperindah tata ruang di kota tercinta, Ponorogo, serta memperbaiki perekonomian di tengah pandemi covid -19 saat ini. tetapi dirinya mengkritik bahwa kebijakan pembangunan tersebut nampaknya kurang di kaji secara matang oleh pemangku pengambil kebijakan dalam hal ini Bupati Ponorogo. pasalnya, dengan pembangunan face off HOS Cokroaminoto tersebut pedangang yang ada di sekitar proyek terdampak dan kesulitan untuk menurunkan barangnya. meskipun juga di sediakan relokasi parkir, kata Budi Prayitno malah akan menambah biaya angkut barang dari lokasi parkir menuju toko pedagang. Itu terlihat dari beberapa pengusaha sekitar banyak yang mengeloh akan tetapi terkesan tidak di respon oleh pemerintah Ponorogo. Anang Sastro, JK-TV Melaporkan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *