Kunjungi H. Tasirin SH MH Pro Swasembada Gula, IPB University Tim Profesor Dwi Andreas Santoso

MOJOKERTO | H. Tasirin SH MH (Abah Tasirin / Haji Tasirin) yang telah puluhan tahun menjadi petani tebu dan dikenal sebagai salah satu konseptor pegembangan tebu di wilayahnya termasuk Mojokerto – Jawa Timur, sering kali didatangi para akademisi yang profesor maupun doktor dan calon doktor (S3) maupun magister (S2) dengan berbagai tujuan diantaranya untuk penelitian bahkan menjadi bagian yang digunakan bahan untuk disertasi seperti yang dilakukan mantan Walikota Surabaya Arif Afandi yang kemudian meraih gelar Doktor dari Universitas Brawijaya (UNIBRAW / UB) Malang yang kemudian juga diterbitkan dalam bentuk buku berjudul: “Perubahan Paradigma dan Ekosistem BUMN Gula, Strategi Baru Menuju Swasembada”.

Kali ini, kemarin 14 Februari 2026, giliran kedatangan dari Institut Pertanian Bogor / IPB (IPB University) tim pimpinan Guru Besar Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Program Studi Ilmu Budidaya Pertanian / IBP Fakultas Pertanian (Faperta) Profesor Dr Dwi Andreas Santoso, guru besar yang dikenal pro rakyat kecil, pro petani.

Rombongan tim melakukan kunjungan kerja ke beberapa lokasi terkait pengembangan tanaman tebu di wilayah Jawa Timur. Rombongan terdiri dari dosen strata 3 dan mahasiswa strata 2, dengan tujuan diantaranya membahas langkah-langkah peningkatan produktivitas tebu guna mendukung implementasi Peraturan Presiden (PP) Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional.

“Kunjungan tim bukan bersifat pribadi, akan tetapi fokus pada kerja sama terkait eks – perusahaan PTPN X,” jelas Haji Tasirin tokoh pertanian tebu yang berusia 66 tahun (kelahiran Lamongan 28 Desember 1959) yang masih energik dengan berbagai aktivitas pertanian tebu dan sebagai anggota DPRD Kabupaten Lamongan 2024 – 2029.

Adapun eks – perusahaan PTPN X (10) meliputi wilayah diantaranya Sidoharjo (Jombang), Nganjuk, Kediri, serta beberapa Pabrik Gula yaitu PG Gula Krembung, PG Gempolkerep, PG Djombang Baru, PG Lestari, PG Tjoekir, PG Pesantetn Baru, dan PG Ngadirejo. Rombongan tim juga mengunjungi PG Mrican namun dengan lokasi utama pengambilan sampel untuk penelitian adalah di PG Gempolkrep Mojokerto. Sampel tanah dan pemantauan bibit tebu unggul.

“Sampel utama sampel tanah dan pemantauan bibit tebu unggul, adalah yang dibawah naungan PG Gempolkrep,” tambah Tasirin yang juga pengurus DPD Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTRI) Jatim sebagai pengawas.

Dijelaskannya, bibit tebu yang saat ini digunakan adalah jenis unggul Faritas, khususnya varian Roc 6535 dan JR 16. Bibit Faritas merupakan yang terbaik saat ini.

Mengenai rombongan tim dari IPB dijelaskannya telah berangkat sejak sore pada hari sebelumnya dari Bogor. Rombongan yang dipimpin Dr Wilhelmus Terang Arga Sanjaya M.Si staf muda IPB yang memiliki latar belakang penelitian bioteknologi yang kuat sejak masa sarjana di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Diantara rombongan tersebut juga beberapa mahasiswa S2.

Dr Wilhelmus Terang Arga Sanjaya, M.Si. adalah seorang akademisi, peneliti, yang memiliki keahlian di bidang bioteknologi dan sumber daya lahan. Fokus penelitiannya meliputi bioteknologi mikroorganisme, pengembangan strain unggul, dan karakterisasi fenotipik.

Wilhelmus Terang Arga juga terlibat dalam inovasi bertajuk “Tebu Lokal Prestasi Global” bersama tim dari IPB University dan Business Innovation Center (BIC).
Mempublikasikan berbagai karya ilmiah, termasuk mengenai keanekaragaman enzim invertase dan isolasi mikroba tahan merkuri. Aktif dalam forum ilmiah internasional, seperti menjadi salah satu pembicara atau panitia dalam International Seminar on Biotechnology yang diadakan oleh Sekolah Pascasarjana IPB.

Sementara itu sejumlah Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia yang untuk Program S2 terkait pertanian yang termasuk terbaik terdapat nama diantaranya IPB, UNIBRAW Malang, dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Bahkan IPB adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bidang pertanian terbaik di Indonesia, konsisten menempati peringkat 10 besar di Asia dan posisi teratas di Indonesia (Top 50 dunia) versi QS World University Rankings by Subject Agriculture and Forestry 2024-2025.

Sebagai pusat keunggulan agrikultur, IPB dikenal karena reputasi akademik, kualitas riset, dan inovasi di bidang pertanian serta kehutanan.

IPB juga memiliki skor reputasi akademik tinggi dan sitasi karya ilmiah yang kuat di bidang pertanian. Dikenal sebagai pusat riset pertanian, kehutanan, dan teknologi terkemuka.

Berdasarkan data terbaru tahun 2025, IPB mempertahankan posisinya sebagai peringkat 1 di Asia Tenggara untuk bidang Agriculture and Forestry menurut QS World University Rankings by Subject 2025.

IPB juga nenembus Top 50 Dunia (peringkat 42) untuk kategori subjek pertanian dan kehutanan.

Dengan melihat prestasi IPB University yang prestisius dalam bidang penelitian pertanian sejak lama, sehingga menjadi mitra yang tepat dalam upaya meningkatkan produktivitas tanaman tebu.

“Semoga menjadi komitmen bersama untuk mendorong kemajuan sektor gula nasional melalui kolaborasi antara akademisi dan praktisi di lapangan,” tandas Haji Tasirin yang juga berperan sebagai pengkonsep program peningkatan produktivitas tanaman tebu di wilayahnya.

Adapun rombongan IPB University yang dipimpin Dr Wilhelmus Terang Arga Sanjaya M.Si adalah Yemima Gresia; Jesis Silvano; Azzahra Nasya Safania; Hafanie F Qardhawiy; Iqballzah Oktavyandi; Alya Mufida Arbani; Susi Mulianti Lubis; Nahdatul Azlila; Nurul Kholifah; Muh. Farij; Zaky Hammam; Felana Afifa. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 / 081215754186 (Siswahyu).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *