Inovasi ‘Fisikaverse’ Antar Guru SMAN Kabuh Tembus 10 Besar EJIES 2026

Jejakkasus.Tv.Com | Jombang -Jatim – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kabuh kembali mempertegas posisinya sebagai wadah inovasi pendidikan di Kabupaten Jombang. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari salah satu tenaga pendidiknya, Febtya Lailatul Badriyah, S.Pd., yang berhasil menembus jajaran 10 besar dalam ajang bergengsi East Java Innovation and Education Service (EJIES) 2026.

​Inovasi yang diusung oleh guru mata pelajaran Fisika ini bertajuk “Fisikaverse”. Sebuah media pembelajaran berbasis teknologi yang dirancang untuk memudahkan siswa memahami konsep-konsep fisika yang abstrak melalui pengalaman visual yang interaktif dan imersif.

​Keberhasilan Febtya ini menjadi capaian krusial bagi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, mengingat EJIES merupakan ajang kompetisi inovasi pendidikan paling kompetitif di Jawa Timur yang diikuti oleh ribuan inovator dari berbagai satuan pendidikan.

​Febtya Lailatul Badriyah mengungkapkan bahwa lahirnya Fisikaverse didasari oleh tantangan rendahnya minat siswa terhadap pelajaran eksakta.

​”Fisikaverse hadir sebagai jembatan agar siswa tidak lagi merasa Fisika itu menakutkan. Dengan media ini, mereka bisa mengeksplorasi fenomena alam secara digital namun tetap presisi secara keilmuan,” ujarnya,

​Prestasi ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala SMAN Kabuh, Ba’i M.Pd menyatakan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang bagi guru untuk melahirkan karya berkelas dunia.

​”Kami sangat bangga atas dedikasi Ibu Febtya. Masuknya Fisikaverse dalam 10 besar EJIES 2026 tingkat provinsi ini membuktikan bahwa kualitas SDM pengajar di SMAN Kabuh mampu bersaing dan bersinergi dengan perkembangan teknologi digital,” tuturnya

​Lebih lanjut, Bai berharap prestasi ini tidak berhenti pada seremonial penghargaan semata. Ia mendorong agar inovasi ini segera diimplementasikan secara luas di lingkungan sekolah guna meningkatkan kualitas serapan ilmu para siswa.

​”Harapan kami, inovasi ini menjadi pemantik bagi guru-guru lain di SMAN Kabuh untuk terus berinovasi. Target kita bukan sekadar juara, tapi bagaimana transformasi digital ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa dalam proses belajar mengajar sehari-hari,” pungkasnya.

​(Aan jk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *