Bangga Produk Sendiri SMAN Kesamben Segera Resmikan Batik Topeng Jatiduwur Sebagai Identitas Baru ​

Jejakkasus.TV.Com | Jombang -Jatim
​Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Kesamben kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang seni dan budaya. Bukan melalui perlombaan, kali ini para siswa berhasil menciptakan karya monumental berupa desain batik dengan corak Topeng Jatiduwur. Karya orisinal ini rencananya akan diangkat menjadi seragam khas resmi SMAN Kesamben.

​Proses pembuatan motif ini melibatkan riset mendalam terhadap kearifan lokal. Topeng Jatiduwur, yang merupakan warisan budaya tak benda dari wilayah sekitar, dipilih sebagai ikon utama untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan akan identitas daerah kepada seluruh warga sekolah.

​Langkah ini diambil sebagai bentuk implementasi nyata dari Kurikulum Merdeka, khususnya dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), di mana siswa diajak untuk tidak hanya mengenal budaya, tetapi juga mampu mengkreasikannya menjadi produk yang bernilai guna tinggi.

​Batik ini mengombinasikan siluet tegas dari karakter Topeng Jatiduwur dengan aksen estetika modern. Perpaduan warna yang dipilih mencerminkan semangat generasi muda namun tetap mempertahankan pakem seni batik tradisional. Rencananya, seragam ini akan mulai dikenakan oleh seluruh siswa pada hari tertentu sebagai ciri khas yang membedakan SMAN Kesamben dengan sekolah lainnya.

​Kepala SMAN Kesamben,Witin,S.Pd.M.M menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa dan guru pembimbing yang telah mencurahkan ide serta tenaga dalam proyek ini. Beliau menyampaikan beberapa harapan besar terkait peluncuran batik ini:

Kami ingin batik ini bukan sekadar pakaian formal, melainkan simbol kebanggaan. melalui Batik Topeng Jatiduwur ini, siswa SMAN Kesamben memiliki jiwa kepemilikan (sense of belonging) yang kuat terhadap sekolah dan budayanya. Kami ingin membuktikan bahwa karya siswa kita mampu bersaing dan memiliki kualitas yang layak dibanggakan secara luas.”

​Beliau juga menambahkan bahwa langkah ini diharapkan dapat memicu semangat kewirausahaan (entrepreneurship) di kalangan siswa. Dengan menjadikan karya siswa sebagai seragam resmi, sekolah memberikan validasi nyata bahwa kreativitas mereka memiliki dampak positif bagi institusi.

Ke depan, SMAN Kesamben berkomitmen untuk terus memfasilitasi bakat-bakat kreatif siswa di berbagai bidang, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu akademis, tetapi juga inkubator bagi pelestari budaya bangsa. kreatif siswa di berbagai bidang, sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu akademis, tetapi juga inkubator bagi pelestari budaya bangsa pungkasnya

(Aan jk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *