Ketua Umum GMICAK Soroti Proyek Jembatan Bakungtemenggungan – Sumokembangsri Balongbendo Terkesan Proyek Siluman


Sidoarjo | jejakkasustv.com – Proyek pekerjaan Jembatan Bakungtemenggungan – Sumokembangsri yang di di kerjakan Oleh CV. DHANA PRATAMA, Peningkatan Jembatan Bakungtemenggungan – Sumokembangsri, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jatim dengan nilai anggaran pagu Rp. 2.475.285.000 APBD 2024. Kabupaten Sidoarjo, diduga di kerjakan asal jadi, Proyek tersebut juga tidak memasang papan nama proyek sehingga terindikasi mengelabui masyarakat publik, terkesan proyek siluman tanpa diketahui siapa yang mengerjakan kontraktornya.
Rabu (26.02.2025).

Pantauan media Jejak kasus dilapangan, proyek jembatan tersebut secara multiyars atau bertahap, tetapi dalam pantauan media diduga proyek tersebut sudah habis masa waktu kontraknya.

Bacaan Lainnya

Menurut Informasi diterima awak media diduga Proyek pekerjaan jembatan Bakungtemenggungan – Sumokembangsri yang kini dalam pekerjaan sudah habis masa kontraknya, perlu dipertanyakan terkait progressnya.

Proyek Jembatan tersebut dikerjakan tak sesuai juknis terkesan asal jadi,

Jembatan ini baru dibangun beberapa bulan yang lalu dan umurnya belum genap setahun, sangat disayangkan kalau pembangunan yang memakai uang Negara dan diperuntukan untuk masyarakat kondisi jembatan terkesan asal jadi.

Terutama akibat pembangunan ini dapat mengancam pengendara yang melintas, diketahui juga bahwa jalan ini merupakan jalan yang setiap hari dilewati Masyarakat baik para petani untuk ke sawah. Ataupun buruh pabrik

Salah satu Ketua Umum LSM GMICAK (Generasi Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi), sebut saja Supriyanto alias Ilyas yang menyoroti pekerjaan jembatan tersebut mengatakan “bahwa fakta Pekerjakan tidak sesuai Juknis, pekerjaan jalan aspal, terlihat kualitas pekerjaan pada aspal tidak presisi lurus pada bagian opritan bisa dikatakan jalan aspal banyak yang berpori -pori.

Kalaupun sesuai spek semestinya mengikuti metode pekerjaan lapisan aspal pertama AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) lalu pondasi atas AC-WC (Base course-Wearing course),
Diduga tidak sesuai Juknis karena pada bagian pekerjaan aspal posisi jalan banyak yang bergelombang, diduga karna kurangnya pemadatan tanah Urug ataupun Base course pada lantai kerja Aspal dan sebagian aspal yang dikerjakan banyak yang berpori pori dugaan pekerjaan sebagian tidak sesuai spesifikasi teknis.”pungkas Ilyas.

Diduga pekerjaan proyek Progres reportnya sudah terserap 100 persen tapi masih ada sisa pekerjaan belum dikerjakan, seperti pada item sayap jembatan,

kondisi Dalam pekerjaan parapet bahu jalan pekerjaan pemasangan batu terkesan asal jadi dan pekerjaan belum selesai terkesan asal jadi, dan sayap jembatan masih banyak yang berongga, mengurangi Volume sayap jembatan pada bagian dalam penahan tanah, kondisi Aspal sudah kasar berpori pori dan bergelombang berpotensi ambles dan bisa juga retak diduga dalam pekerjaan aspal tidak sesuai petunjuk teknis.

Sampai berita ini ditayangkan pihak Dinas PUPR Kabupaten Sidoarjo dan kontraktor Pelaksana belum bisa dikonfirmasi Kami harap penegak hukum bisa menindak lanjuti terkait pekerjaan Peningkatan Jembatan Bakungtemenggungan – Sumokembangsri karena terkesan Asal Jadi.(Tim9)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *